Selasa, 04 Mei 2010

Bismillahirrahmaanirrohiim.


Manusia makhluk yang 0 (nol)


Tulisan ini adalah perasaan dan pengalaman yang coba saya bagi dan amalkan dalam keseharian saya ke seluruh alam dan isinya yang terinspirasi dari Al-Qur’an:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal; (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

(Ali Imron ayat 190-191)

Begitu banyak perumpamaan-perumpamaan yang Allah berikan kepada kita, baik berupa sejarah kehidupan manusia, alam semesta maupun yang sudah dan sedang kita alami sendiri. Sebagai contoh bagaimana Allah menciptakan manusia dari tidak ada menjadi ada dan mati menjadi tidak ada lagi. Bukankah proses itu dinamakan siklus (perputaran). Begitu pula dengan bumi, bulan dan matahari serta planet-planet bentuknya bundar/bulat seperti bola, yang perputarannya berlawanan arah jarum jam. Mereka semua ternyata tunduk dan taat untuk berputar (thawaf) kepada Sang Pencipta. Subhanallah!

Contoh lainnya yang coba saya iqro dan pahami adalah bagaimana angka 0 (nol) ditemukan dan mempunyai banyak manfaat bagi ilmu pengetahuan dan perumpamaan. Bayangkan bila angka 0 (nol) tidak ditemukan manusia atas kehendak Allah, bagaimana caranya menghitung sepuluh, seratus, seribu, sepuluh ribu, satu juta, satu milyar dan hingga 1 trilyun dan seterusnya. Subhanallah! Begitu juga jika angka nol itu kita tulis, mulai dari titik atas terus kita gerakkan melingkar berlawanan arah jarum jam sampai ke bawah dan terus kembali ke atas sehingga terbentuk lingkaran. Subhanallah, ternyata angka 0 (nol)-pun berputar (thawaf) kepada yang 1 (Satu) yaitu Sang Pencipta angka 0 (nol).

Kita ini sebenarnya 0 (nol), kosong, tidak punya apa-apa, tidak ada daya dan upaya. Yang 1 (Satu), Yang Maha, Yang Ada dan Yang Kuasa adalah Allah SWT, Pencipta Alam semesta ini. Untuk itu bolehkah kita berjalan di muka bumi ini dengan sombong? Tidak! Tidak ada yang Maha Super selain Allah SWT. Mohon ampun kepada Allah. Astaghfirullah! Jadilah angka 0 (nol) yang selalu tidak tahu apa-apa dan selalu di bawah angka 1 (Satu).

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah; Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam; Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

(Al-Alaq ayat 1-5)

Subhanallah! Sebenarnya Allah sudah memerintahkan kita untuk terus membaca atau belajar dalam setiap hembusan nafas dan dalam setiap detik waktu yang kita lalui. Karena Allah ingin hambanya mengenal Allah dengan perantaraan kalam (baca-tulis). Allah tidak ingin hambanya mengenal-Nya tanpa ilmu, karena Allah tahu manusia itu tidak tahu apa-apa. Manusia itu makhluk yang 0 (nol) dan sesungguhnya yang 1 (Satu) itu hanya Allah SWT.

Marilah kita terus dan terus membaca apa saja dalam kehidupan di dunia ini untuk meraih tujuan yang 1 (Satu), yaitu kita kembali kepada Allah dengan mengenal-Nya dengan seyakin-yakinnya. Awali hari dengan menyebut nama Allah dan akhiri hari dengan Pujian bagi Allah. Bacalah Al-Qur’an dan Al-Hadist, pahami isinya dan amalkan di keseharian kita. Baca juga tanda-tanda (Sunatullah) tentang penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang agar kita lebih dekat kepada Allah SWT dan berusahalah untuk merasa kita ini selalu 0 (nol). Insya Allah jika sudah terbiasa menjadi kebiasaan maka kita akan mendekati angka 1 (Satu). Bukankah angka 0 (nol) itu dekat dengan angka 1 (Satu)?




Alhamdulillahirobbil’alamiin.

Bekasi, 11 Mei 2008.


hendro noor herbanto